Sedotwcjakarta.net. Sabun dan juga deterjen terbuat dari bahan kimia yang tentunya tidak semua bahan kimia tersebut dapat terurai di lingkungan sehingga bila limbah dari penggunaan sabun maupun deterjen tersebut tidak ditangani secara serius bisa berakibat buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar kita.
Dampak Limbah Bahan Kimia Sabun dan Deterjen bagi Lingkungan dan Kesehatan
Sebagai penambah wawasan kita tentang lingkungan dan kesehatan, dampak dari adanya limbah bahan kimia sabun dan deterjen perlu untuk dipelajari agar suatu saat nanti kita pun akan lebih mengerti dan peka terhadap kelestarian lingkungan maupun menjaga kesehatan.

Dampak Limbah Bahan Kimia Sabun dan Deterjen bagi Lingkungan dan Kesehatan

Dampak Limbah Bahan Kimia Sabun dan Deterjen bagi Lingkungan

Air limbah dari sabun dan deterjen dapat menimbulkan dampak pencemaran, apalagi bila bahan yang dipakainya bukan terbuat dari bahan alami dan ramah lingkungan, suatu misal adalah penggunaan bahan kimia ABS di dalam deterjen. ABS akan sangat sulit terurai oleh mikro bakteri, dampak-nya bila limbah tersebut menyebar di air dan sungai dapat membunuh organisme yang ada di dalamnya seperti ikan, fitoplankton, zooplankton / protozoa, cyanobacteria, dan lain-lain.
Dampak Limbah Bahan Kimia Sabun dan Deterjen bagi Lingkungan dan Kesehatan
Bahan kimia deterjen yang menggunakan fosfat dan nitrogen dapat menyebabkan alga dan tumbuhan air menjadi lebih subur, dampak-nya dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi (perairan menjadi subur). Alga yang tumbuh lebih pesat mampu penghambatan pertumbuhan dan menyebabkan degradasi fungsi pada berbagai organ tubuh dari organisme yang hidup di dalamnya.
Sedangkan, busa yang dihasilkan dari sabun dan deterjen di permukaan air juga menjadi salah satu penyebab kontak udara dan air terbatas sehingga menurunkan oksigen terlarut. Dengan demikian akan menyebabkan organisme air kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian.

Dampak Limbah Bahan Kimia Sabun dan Deterjen bagi Kesehatan

Limbah dari bahan kimia sabun dan deterjen bila tidak dapat ditangani dengan baik pun akan memberi dampak yang buruk bagi kesehata. Bila sabun dan deterjen tidak cocok dengan kulit kita akan dapat menyebabkan iritasi (panas, gatal bahkan mengelupas) pada kulit terutama di daerah yang bersentuhan langsung dengan produk. Untuk produk deterjen yang memiliki derajat keasaman (pH) tinggi. Dalam kondisi iritasi / terluka, penggunaan produk deterjen maupun sabun yang mengandung bahan kimia untuk penghalus apalagi yang mengandung pewangi, justru akan membuat iritasi kulit semakin parah.
Bahan kimia dari soda ash dalam sabun memang sangat bagus membersihkan kotoran di kulit tubuh namun jika digunakan di wajah, minyak alami wajah pun akan ikut tanggal. Bahkan sabun bisa menyisakan drying residu di permukaan kulit. Dan hal ini bisa mempercepat garis dan kerut muncul ke permukaan lebih cepat.
Bahan kimia dalam deterjen ataupun sabun yang paling berbahaya adalah dari golongan ammonium kuartener, senyawa ini dapat membentuk senyawa nitrosamin. Senyawa nitrosamin diketahui bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

Terima kasih telah membaca posting kami, Dampak Limbah Bahan Kimia Sabun dan Deterjen bagi Lingkungan dan Kesehatan
Semoga bermanfaat buat anda …

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.9/5 (15 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +16 (from 16 votes)

Dampak Limbah Bahan Kimia Sabun dan Deterjen bagi Lingkungan dan Kesehatan, 4.9 out of 5 based on 15 ratings